SEMARANG, pantura.id – Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, hingga hari ini, Selasa (13/10/2026) masih dalam tahap pemulihan pasca kebakaran besar yang melanda sejak akhir September lalu.
Petugas gabungan dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang memastikan api di permukaan sudah tidak terlihat. Penanganan kini difokuskan pada pendinginan bara api di dalam tumpukan sampah di zona 4.
“Sudah tidak ada api di permukaan. Tinggal proses pendinginan. Bara api masih sedikit, bisa dilokalisasi dengan injeksi di zona 4,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono.
Kronologi dan Luas Kebakaran TPA Jatibarang
Kebakaran TPA Jatibarang terjadi sejak Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Api pertama kali muncul di zona 3 kemudian merembet ke zona 1 dan zona 2. Diduga pemicu adalah gas metana yang mudah terbakar di tengah cuaca ekstrem musim kemarau.
Dari total luas TPA Jatibarang yang mencapai 46,183 hektare, area yang terdampak kebakaran sekitar 10 hektare. Rinciannya 8 hektare di zona 1 dan 2, serta 2 hektare di zona 3.
Setelah sepekan lebih penanganan, luas area berbara berhasil ditekan hingga 93 persen. Saat ini tersisa kurang dari 1 hektare atau tepatnya sekitar 0,163 hektare.
Proses pemadaman dilakukan menggunakan 29 titik pipa injeksi, pompa alcon dari sungai, serta pengerahan armada berat berupa ekskavator, loader, dan buldozer. Kendala di lapangan adalah akses jalan yang sempit dan keterbatasan menuju area terdalam.
Dampak dan Status Overload
BPBD mencatat, selama kebakaran berlangsung terdapat 22 orang yang mengalami gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Di sisi lain, kebakaran ini mempertegas kondisi TPA Jatibarang yang sudah overload. TPA Jatibarang kini dalam kondisi mengkhawatirkan karena kapasitas sudah melebihi batas.
Setiap hari, Kota Semarang menghasilkan sekitar 1.200 ton sampah dan 900 ton di antaranya masuk ke TPA Jatibarang. Kondisi ini membuat Jawa Tengah masuk kategori darurat sampah karena 90 persen TPA overload.
Kepala UPTD TPA Jatibarang menyebut, dari lima zona yang ada, tiga zona telah selesai ditutup dengan sistem sanitary landfill, satu zona masih proses penutupan, dan satu zona masih aktif digunakan.
Operasional Tetap Jalan, Ditata Ulang 2027
Meski terbakar, aktivitas pembuangan sampah tetap berjalan. 500 truk pengangkut sampah tetap beroperasi dengan pengaturan jam masuk, tanpa pembatasan armada.
Untuk jangka panjang, Pemkot Semarang berencana melakukan penataan ulang TPA Jatibarang pada 2027 mendatang. Penataan akan melibatkan konsultan ahli lanskap, pengelolaan lindi, hingga aspek kimia dengan pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup.











Leave a comment