YOGYAKARTA – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali. Berdasarkan laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aliran lava pijar mengarah ke Sungai Sat dan Sungai Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer.
Selama periode pengamatan, puncak Gunung Merapi terlihat jelas tanpa adanya asap kawah. Kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung bervariasi dari cerah hingga mendung, sementara suhu udara berkisar antara 16–17,6 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 77,7–81 persen.
Selain guguran lava pijar, BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi. Tercatat 29 kali gempa guguran serta 14 kali gempa hybrid, yang menunjukkan aktivitas magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Gunung yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut masih terus dipantau secara intensif oleh petugas.
Aktivitas vulkanik Merapi umumnya berupa guguran lava pijar, awan panas guguran, serta lontaran material vulkanik. Aliran lava maupun awan panas berpotensi mengarah ke beberapa sungai yang berhulu di puncak Merapi, di antaranya Sungai Bedog, Bebeng, Boyong, Krasak, Gendol, dan Woro.
Sementara itu, material vulkanik hasil letusan dapat terlontar hingga radius sekitar 3 kilometer dari puncak. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap mengikuti rekomendasi resmi dari BPPTKG dan otoritas setempat.
Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.
Leave a comment