Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan proses revitalisasi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akan segera dilaksanakan. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat sejak awal tahun 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, serta Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah telah dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan program perbaikan.
Sebagai tindak lanjut, kepala SDN Tanggirejo dijadwalkan hadir di Jakarta guna menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan revitalisasi sekolah.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sehingga peserta didik dapat belajar di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Pada tahun 2026, pemerintah memprioritaskan revitalisasi untuk sekolah yang terdampak bencana, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. SDN Tanggirejo menjadi salah satu penerima program karena memenuhi kriteria tersebut.
Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding target awal dan menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.











Leave a comment