BREBES – Kebakaran yang melanda gudang penyimpanan limbah non-B3 di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Senin (10/8/2026).
Kebakaran tersebut telah berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (8/8). Meski kobaran api mulai berkurang, petugas pemadam kebakaran masih menemukan sejumlah titik api di dalam area gudang.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin siang, asap hitam masih terlihat mengepul dari area penyimpanan. Petugas Damkar terus melakukan penyemprotan air secara bergantian untuk mengendalikan api yang masih menyala.
Dua alat berat juga dikerahkan untuk membantu membuka akses menuju titik-titik yang sulit dijangkau. Langkah tersebut dilakukan agar armada pemadam kebakaran dapat lebih mudah mendekati lokasi sumber api.
Api Masih Tersisa di Sejumlah Titik
Koordinator Damkar Satpol PP Brebes, Sugiarto, mengatakan proses pemadaman masih berlangsung karena terdapat beberapa titik api yang sulit dijangkau.
Menurutnya, memasuki hari ketiga kebakaran, sebagian besar kobaran api memang telah berkurang. Namun, masih ada titik tertentu yang tetap menyala.
“Memasuki hari ke tiga, kebakaran masih berlangsung. Titik api ada di beberapa lokasi dan sulit dipadamkan,” kata Sugiarto saat berada di lokasi, Senin (10/8/2026).
Sugiarto menjelaskan, api masih ditemukan di area penyimpanan limbah karet. Material yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, petugas memperkirakan api yang masih tersisa berada di kisaran 30 persen. Petugas Damkar pun masih terus melakukan pendinginan dan penyemprotan air.
“Masih ada api. Hanya sudah berkurang dan tersisa 30 persen,” ujarnya.
Limbah Karet, Outsol Sepatu, dan Plastik Terbakar
Kebakaran gudang limbah di Brebes ini sebelumnya dilaporkan terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kapolsek Larangan, Kompol Suryantono, mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Area yang terbakar merupakan gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3.
Material yang berada di dalam gudang antara lain limbah karet, bahan outsol sepatu, serta plastik. Bahan-bahan tersebut mudah terbakar sehingga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Apinya besar, sedangkan bahan yang terbakar berupa limbah non-B3 yang mudah terbakar, seperti karet, outsol sepatu, dan plastik. Sehingga mudah terbakar dan sulit dipadamkan,” jelas Suryantono.
Bukan Pabrik, Masih Berupa Gudang Penyimpanan
Suryantono juga menegaskan bahwa lokasi yang terbakar belum merupakan pabrik yang menjalankan kegiatan produksi.
Bangunan tersebut masih dalam tahap pembangunan dan digunakan sebagai tempat penyimpanan limbah non-B3. Hingga kebakaran terjadi, aktivitas produksi belum dilakukan di lokasi tersebut.
“Ini sebenarnya belum pabrik karena masih gudang, gudang penyimpanan limbah non-B3. Belum ada produksi,” ungkapnya.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh titik api dapat dipadamkan dan tidak kembali menimbulkan kobaran.
Dengan kondisi material yang mudah terbakar, proses pemadaman dan pendinginan diperkirakan membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga seluruh sumber panas benar-benar terkendali.









Leave a comment