BREBES – Proses pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Dua penumpang asal Kabupaten Brebes, Fajar Ramadhan (25) dan Rahmat Dani (30), hingga kini belum berhasil ditemukan.
Keluarga di kampung halaman masih berharap penuh agar keduanya bisa kembali dengan selamat.
didukung Shopee
“Yang kami harapkan sekarang hanya keajaiban. Mudah-mudahan Dani dan Fajar segera ditemukan dalam keadaan hidup,” ujar Reni (38), kakak kandung Rahmat Dani, saat ditemui di kediamannya Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Selasa, 15 September 2026.
Diketahui, Fajar dan Dani masih memiliki hubungan saudara sepupu. Keduanya merupakan warga Desa Pagojengan. Duka mendalam dirasakan keluarga, terutama Alfiyah (48), ibu kandung Fajar Ramadhan.
Menurut Alfiyah, kedua pemuda tersebut meninggalkan Brebes sejak 27 Agustus lalu. Saat itu Fajar baru saja pulang dari Solo tempatnya bekerja untuk mengambil cuti istirahat selama satu bulan.
Setelah itu, Rahmat Dani menawarkan pekerjaan baru kepada Fajar di bidang jasa pengiriman ekspedisi yang berlokasi di Tangerang.
Alfiyah menerima informasi bahwa sepupu tersebut berangkat dari Tangerang menuju Banjarmasin via Surabaya pada Jumat, 11 September. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki kapal KMP Virgo Transport 8 dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu, 12 September.
“Awalnya kerja di Solo, terus pulang libur sebulan. Lalu diajak Dani kerja ekspedisi di Tangerang,” ungkap Alfiyah.
Kontak terakhir Alfiyah dengan anaknya terjadi pada hari keberangkatan melalui panggilan WhatsApp. Namun setelah Minggu, 13 September 2026, nomor keduanya sudah tidak bisa dihubungi sama sekali.
“Terakhir masih sempat video call. Tapi mulai hari Minggu putus total, tidak bisa dihubungi,” katanya.
Hingga hari ini, Selasa (15/9), pihak keluarga belum mendapatkan kepastian. Setiap ada perkembangan informasi dari tim SAR di lokasi kejadian, harapan untuk menemukan keduanya dalam kondisi selamat selalu muncul.
“Harapan saya sebagai ibu, anak saya bisa ditemukan selamat,” ucap Alfiyah dengan suara lirih.









Leave a comment