JatengSeputar Pantura

Belasan Pelaku Tawuran Pelajar di Demak Diamankan Polisi, 1 Siswa Tewas dan 3 Sajam Disita

Share
ilustrasi tawuran
Share

DEMAK – Kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif terkait kasus tawuran antarpelajar yang terjadi di Jalan Raya Semarang–Purwodadi, tepatnya di Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Dalam pengembangan kasus tersebut, belasan orang telah diamankan untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga jumlah pasti pihak yang diamankan belum dapat dipublikasikan.

Selain mengamankan sejumlah orang, polisi juga menyita tiga bilah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut sebagai barang bukti penyelidikan.

Insiden tragis itu menyebabkan satu pelajar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka akibat dugaan sabetan senjata tajam. Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Sultan Fatah Demak.

Korban yang meninggal diketahui berinisial RAPA. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengalami luka bacok di bagian pinggang belakang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, dua korban lainnya berinisial NRZT dan SRZT mengalami luka robek pada bagian punggung dan pinggang. Setelah menjalani perawatan medis, keduanya diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Peristiwa tawuran tersebut sebelumnya sempat viral setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik kejadian beredar di media sosial. Aksi itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Semarang–Purwodadi, wilayah Karangawen.

Kapolsek Karangawen AKP Mujiyono menjelaskan bahwa tawuran diduga melibatkan dua kelompok pelajar yang saling kejar sebelum bentrok menggunakan senjata tajam.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif, kronologi lengkap, serta keterlibatan masing-masing pihak dalam insiden yang menewaskan seorang pelajar tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pelajar guna mencegah kejadian serupa terulang.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ilustrasi potensi hujan sangat lebat di Jawa Tengah 27-29 Oktober 2026 menurut BMKG Ahmad Yani Semarang - versi terang
Jateng

BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat di Jateng 27-29 Oktober

SEMARANG – Potensi cuaca ekstrem mengintai Jawa Tengah dalam tiga hari ke...

Ilustrasi ekskavator kuning alat berat tambang andesit ilegal Ungaran - 2 unit ekskavator disita Polda Jateng sebagai barang bukti penambangan tanpa izin
Jateng

[BREAKING] Polda Jateng Gerebek Tambang Andesit Ilegal di Ungaran Timur – 2 Ekskavator Disita, Negara Selamat Rp 3 Miliar

Semarang - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah berhasil membongkar...

Jateng

Kondisi Terkini TPA Jatibarang Semarang Hari Ini: Api Padam, Bara Masih 0,16 Ha dan Overload

SEMARANG, pantura.id - Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen,...

Ibu mendampingi anak SD yang memakai masker diperiksa dokter di Puskesmas Pantura karena gejala super flu influenza A
JatengKesehatan

Waspada Super Flu di Pantura, Kasus Influenza A Naik – Balita Paling Banyak Terpapar

PEKALONGAN, pantura.id - Istilah "Super Flu" ramai di media sosial dalam sepekan...