Kendal

Kreatif dan Cuan! Warga Kendal Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Jual

Share
pembuatan lilin aromatherapy
Share

KENDAL, pantura.id – Tumpukan minyak goreng bekas atau yang akrab disebut minyak jelantah seringkali menjadi masalah baru di rumah tangga. Dibuang ke wastafel bikin mampet, dibuang ke selokan mencemari lingkungan. Namun di tangan warga Kendal, limbah dapur ini justru disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi: lilin aromaterapi.

Inovasi cerdas ini menjadi fokus utama dalam workshop pengelolaan limbah rumah tangga yang digelar di Aula Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kendal pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas KerDUS ini ramai diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga, pegiat lingkungan, hingga pemuda desa.

🛒
Membuka artikel dalam 3 detik...
didukung Shopee
Tap dimana saja untuk melanjutkan (3)

Berawal dari Keprihatinan Sampah Dapur

Persoalan sampah rumah tangga di Kendal memang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Selama ini, edukasi pengelolaan sampah lebih banyak menyasar sampah plastik dan organik. Padahal, limbah cair seperti minyak jelantah juga tak kalah berbahaya.

Lilin Aromatherapy TERMURAH
Lilin Aromatherapy
Lihat di Shopee

Panitia workshop dari Komunitas KerDUS, Munawaroh, mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab dari level terkecil, yaitu rumah.

“Bagaimana kita mampu tanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan mulai dari rumah tangga. Persoalan sampah itu bisa selesai dari kita sendiri, tidak perlu menunggu pemerintah,” jelas Munawaroh di sela-sela kegiatan.

Ia menyoroti kebiasaan lama masyarakat yang masih membuang minyak jelantah sembarangan. Padahal, satu liter minyak jelantah yang dibuang ke saluran air bisa mencemari ribuan liter air bersih dan menyumbat aliran selokan.

“Selama ini minyak jelantah dibuang begitu saja di selokan. Padahal, itu hanya solusi sesaat yang dampaknya kita tidak tahu bagi lingkungan. Akhirnya got mampet, banjir, dan tanah jadi tercemar,” tegasnya.

Praktik Langsung: Dari Minyak Kotor Jadi Lilin Wangi

Sesi yang paling ditunggu adalah praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi yang dipandu oleh narasumber Atik Jumiyati.

Dalam penjelasannya, Atik membongkar cara sederhana mengolah minyak jelantah agar layak menjadi lilin. Prosesnya ternyata tidak rumit dan bisa dilakukan di dapur rumah.

Berikut tahapan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah yang diajarkan di Perpusda Kendal:

1. Penyaringan: Saring minyak jelantah menggunakan kain katun atau kertas saring untuk memisahkan sisa makanan dan kotoran.
2. Penjernihan: Campurkan arang aktif untuk mengurangi warna hitam dan bau tengik pada minyak bekas.
3. Pencampuran Wax: Lelehkan minyak jelantah yang sudah bersih bersama soy wax atau beeswax dengan perbandingan 50:50 agar lilin lebih kokoh.
4. Pemberian Aroma: Setelah meleleh, tambahkan essential oil seperti lavender, lemongrass, atau vanilla sesuai selera untuk efek aromaterapi.
5. Pencetakan: Tuang ke dalam wadah kaca bekas selai atau batok kelapa, pasang sumbu, dan diamkan hingga mengeras.

“Modalnya sangat murah, tapi nilai jualnya bisa 5 sampai 10 kali lipat. Satu gelas lilin aromaterapi dari jelantah bisa dijual Rp 25 ribu sampai Rp 45 ribu di marketplace,” ujar Atik.

Bukan Sekadar Peduli Lingkungan, Tapi Peluang Usaha Baru

Workshop di Perpusda Kendal ini tidak hanya berhenti pada isu lingkungan, tetapi juga membuka mata warga akan potensi ekonomi sirkular. Lilin aromaterapi saat ini sangat diminati pasar, terutama untuk dekorasi rumah estetik, media relaksasi, dan pengharum ruangan alami.

Bagi ibu rumah tangga di Kendal, ini bisa menjadi ide usaha sampingan dari rumah tanpa modal besar. Limbahnya ada di dapur sendiri, wadahnya bisa pakai botol kaca bekas, dan pemasarannya bisa lewat media sosial dan toko online.

Komunitas KerDUS berharap gerakan ini tidak berhenti di Perpusda saja. Rencananya, pelatihan serupa akan dibawa ke desa-desa di Kaliwungu, Brangsong, dan sekitarnya agar semakin banyak warga Kendal yang melek pengelolaan limbah.

Dengan mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, warga Kendal telah membuktikan bahwa solusi untuk masalah sampah bisa dimulai dari hal sederhana, dari dapur sendiri, dan menghasilkan cuan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Garis pantai Pantai Indah Kemangi Kendal yang akan diperluas 1,7 kilometer ke arah timur
Kendal

Pantai Indah Kemangi Kendal Diperluas 1,7 Km ke Timur, Bakal Ada Camping Ground dan Lapangan Mini Soccer

KANGKUNG, pantura.id - Kawasan wisata andalan Kabupaten Kendal, Pantai Indah Kemangi (PIK)...

Garis polisi di lokasi duel maut petani di Dusun Gecos Gentinggunung Sukorejo Kendal
Kendal

Duel Maut di Sukorejo Kendal Gegara Asmara, Petani di Gentinggunung Tewas Bersimbah Luka di Kepala

KENDAL, pantura.id — Kasus perkelahian berujung kematian menggegerkan warga Dusun Gecos, Desa...

Kendal

Kebakaran Hebat di Sekitar TPA Darupono Kendal, 7 Mobil Damkar Dikerahkan Cegah Api ke Hutan

PANTURA.ID, KENDAL – Kebakaran melanda kawasan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA)...

Bodri Culture Festival Ke-6 Desa Magersari Patebon Kendal Meriahkan HUT RI Ke-81 Kostum Cleopatra RT 06
Kendal

Bodri Culture Festival 2026 di Magersari Patebon, Kreativitas Warga Tampil Meriah

KENDAL,pantura.id – Suasana Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berlangsung...