BREBES – Arus lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan Tegal–Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengalami kepadatan panjang pada Kamis (9/7). Kendaraan dari dua arah harus bergerak perlahan akibat adanya pekerjaan pengecoran jalan yang berlangsung bersamaan dengan meningkatnya volume kendaraan saat arus balik libur sekolah.
Kemacetan terpantau terjadi di sejumlah titik, terutama di lokasi proyek perbaikan jalan. Sistem buka-tutup yang diterapkan untuk mendukung proses pengecoran membuat kendaraan harus mengantre sebelum dapat melintas.
Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah menikmati libur panjang sekolah. Akibatnya, antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengular hingga beberapa kilometer.
Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya untuk melewati ruas jalan tersebut. Kecepatan kendaraan di beberapa titik bahkan hanya bisa bergerak merayap karena penyempitan jalur di area proyek.
Petugas gabungan dari kepolisian bersama dinas terkait disiagakan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mengurangi potensi penumpukan kendaraan. Pengendara juga diarahkan agar tetap mematuhi instruksi petugas serta tidak memaksakan diri mendahului antrean demi menjaga kelancaran arus.
Pengerjaan pengecoran jalan dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur di jalur nasional yang menjadi salah satu akses penting penghubung wilayah Pantura dengan kawasan selatan Jawa Tengah. Jalur ini dikenal memiliki tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi, terutama saat musim liburan maupun hari besar.
Masyarakat yang akan melintasi ruas Tegal–Bumiayu diimbau memperkirakan waktu perjalanan lebih awal atau mencari jalur alternatif apabila memungkinkan. Dengan meningkatnya volume kendaraan selama arus balik, potensi perlambatan diperkirakan masih dapat terjadi hingga kepadatan lalu lintas kembali normal.
Leave a comment