Jateng

Kemnaker Pastikan PHK 1.500 Buruh di Jateng Sudah Disepakati, Hak Pekerja Dipenuhi

Share
Buruh pabrik tekstil di Jawa Tengah membawa barang pribadi setelah PHK
Ilustrasi: pekerja kena PHK
Share

BOYOLALI, Pantura.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.500 buruh di dua perusahaan garmen di Jawa Tengah telah mencapai kesepakatan antara pekerja dan perusahaan.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan penyelesaian masalah PHK telah dilakukan melalui kesepakatan kedua belah pihak.

“Sudah ada solusinya, mereka sudah sepakat. Sudah ada kesepakatan antara pekerja dan pengusaha,” ujar Indah saat menghadiri pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Jumat (31/7/2026).

Dua perusahaan yang melakukan PHK tersebut adalah PT Victory Apparel di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara.

Menurut Indah, perusahaan telah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kewajiban pembayaran pesangon sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang penting, hak-hak pekerja yang terkena PHK sudah terpenuhi,” katanya.

Pemerintah Siapkan Penyaluran Kerja Baru

Selain memastikan hak pekerja dipenuhi, pemerintah juga akan membantu para buruh memperoleh pekerjaan baru melalui perusahaan-perusahaan yang masih membuka lowongan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menjelaskan sekitar 400 pekerja PT Samwon telah diarahkan ke perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar lokasi pabrik.

Sebagian pekerja juga ditawari kesempatan bekerja di perusahaan lain, termasuk di wilayah Semarang. Sementara itu, pekerja PT Victory Apparel juga akan difasilitasi untuk mengakses berbagai lowongan kerja yang tersedia.

Pelatihan Gratis bagi Buruh Terdampak

Pemerintah juga membuka kesempatan bagi para pekerja yang terdampak PHK untuk mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan secara gratis.

Pelatihan dapat diikuti melalui Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten tanpa dipungut biaya.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para pekerja sehingga lebih mudah memperoleh pekerjaan baru.

Penyebab PHK Berbeda di Masing-masing Perusahaan

Ahmad Aziz menjelaskan penyebab PHK di kedua perusahaan tidak sama.

Untuk PT Samwon Jepara, kondisi perusahaan memburuk akibat dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Selain itu, banjir yang sempat melanda kawasan Pantura pada 2023 menyebabkan bahan baku dan produk ekspor mengalami kerusakan sehingga perusahaan terus mengalami kerugian.

Sementara itu, PT Victory Apparel Semarang disebut mengalami kerugian selama tiga tahun terakhir. Kondisi keuangan perusahaan bahkan telah diaudit oleh kantor akuntan publik.

Meski demikian, Kemnaker menegaskan bahwa proses penyelesaian PHK tetap mengutamakan pemenuhan hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang penting hak-hak pekerja kami kawal dan alhamdulillah terpenuhi,” tutup Indah Anggoro Putri.

Sumber: DetikJateng

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ilustrasi potensi hujan sangat lebat di Jawa Tengah 27-29 Oktober 2026 menurut BMKG Ahmad Yani Semarang - versi terang
Jateng

BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat di Jateng 27-29 Oktober

SEMARANG – Potensi cuaca ekstrem mengintai Jawa Tengah dalam tiga hari ke...

Ilustrasi ekskavator kuning alat berat tambang andesit ilegal Ungaran - 2 unit ekskavator disita Polda Jateng sebagai barang bukti penambangan tanpa izin
Jateng

[BREAKING] Polda Jateng Gerebek Tambang Andesit Ilegal di Ungaran Timur – 2 Ekskavator Disita, Negara Selamat Rp 3 Miliar

Semarang - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah berhasil membongkar...

Jateng

Kondisi Terkini TPA Jatibarang Semarang Hari Ini: Api Padam, Bara Masih 0,16 Ha dan Overload

SEMARANG, pantura.id - Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen,...

Ibu mendampingi anak SD yang memakai masker diperiksa dokter di Puskesmas Pantura karena gejala super flu influenza A
JatengKesehatan

Waspada Super Flu di Pantura, Kasus Influenza A Naik – Balita Paling Banyak Terpapar

PEKALONGAN, pantura.id - Istilah "Super Flu" ramai di media sosial dalam sepekan...