Jateng

Update Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Terdampak: 693 Siswa dan 14 Guru Alami Gejala

Share
Share

SEMARANG, Pantura.id – Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang terus bertambah. Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, total 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan mayoritas korban telah mendapatkan penanganan medis langsung di lingkungan sekolah.

Sebagian Korban Dirujuk ke Puskesmas dan Rumah Sakit

Dari total korban, 698 orang ditangani di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Korban yang dirujuk mendapat penanganan di:

  • Puskesmas Halmahera
  • RSUD KRMT Wongsonegoro
  • RST Bhakti Wira Tamtama
  • Puskesmas Bangetayu

Dinkes memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

Dinkes Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan

Selain melakukan penanganan medis, Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kota Semarang juga melakukan penyelidikan epidemiologi guna mengetahui sumber dugaan keracunan.

Petugas telah mengambil sampel makanan serta spesimen dari sejumlah korban untuk diperiksa di laboratorium. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan.

Dinkes mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar secara resmi.

Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Sebagai langkah antisipasi, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi) dihentikan sementara selama proses penyelidikan berlangsung.

Pemerintah Kota Semarang juga berkoordinasi dengan pihak sekolah, penyelenggara MBG, yayasan terkait, serta instansi lainnya untuk mempercepat penelusuran penyebab insiden tersebut.

Guru Juga Dilaporkan Mengalami Gejala

Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, membenarkan bahwa selain siswa, sejumlah tenaga pendidik juga mengalami gejala serupa.

Korban dilaporkan mengalami berbagai keluhan, seperti:

  • Pusing
  • Lemas
  • Diare
  • Muntah

Saat gejala mulai muncul, pihak sekolah langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera. Tim medis bersama ambulans kemudian diterjunkan ke sekolah untuk memberikan penanganan kepada para korban.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Dinas Kesehatan menegaskan belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium selesai. Pemerintah meminta masyarakat menunggu hasil resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga 6 Rekomendasi Suplemen Vitamin D Terbaik 2026

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ilustrasi potensi hujan sangat lebat di Jawa Tengah 27-29 Oktober 2026 menurut BMKG Ahmad Yani Semarang - versi terang
Jateng

BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat di Jateng 27-29 Oktober

SEMARANG – Potensi cuaca ekstrem mengintai Jawa Tengah dalam tiga hari ke...

Ilustrasi ekskavator kuning alat berat tambang andesit ilegal Ungaran - 2 unit ekskavator disita Polda Jateng sebagai barang bukti penambangan tanpa izin
Jateng

[BREAKING] Polda Jateng Gerebek Tambang Andesit Ilegal di Ungaran Timur – 2 Ekskavator Disita, Negara Selamat Rp 3 Miliar

Semarang - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah berhasil membongkar...

Jateng

Kondisi Terkini TPA Jatibarang Semarang Hari Ini: Api Padam, Bara Masih 0,16 Ha dan Overload

SEMARANG, pantura.id - Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen,...

Ibu mendampingi anak SD yang memakai masker diperiksa dokter di Puskesmas Pantura karena gejala super flu influenza A
JatengKesehatan

Waspada Super Flu di Pantura, Kasus Influenza A Naik – Balita Paling Banyak Terpapar

PEKALONGAN, pantura.id - Istilah "Super Flu" ramai di media sosial dalam sepekan...