SEMARANG – Kota Semarang kembali menghadirkan kuliner unik yang menarik perhatian pecinta makanan tradisional. Salah satunya adalah Rujak Amerika, sebuah kedai yang menyajikan rujak degan dengan cara berbeda, yakni menggunakan batok kelapa sebagai wadah penyajian.
Berlokasi di Jalan Prof. Dr. Hamka, tepat di depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, kedai milik Arif (46) ini menawarkan pengalaman menikmati rujak yang tidak biasa. Selain tampilannya yang khas, perpaduan buah segar, serutan kelapa muda, dan sambal rujak menghadirkan cita rasa yang segar sekaligus gurih.
Saat pesanan dibuat, Arif terlebih dahulu mengambil kelapa muda dari pedagang di samping lapaknya. Daging kelapa yang telah diserut kemudian dipadukan dengan berbagai potongan buah seperti mangga, nanas, pepaya, bengkuang, dan kedondong, lalu disiram sambal rujak racikan khas sebelum disajikan langsung di dalam batok kelapa.
Keunikan menu ini terletak pada sensasi rasa yang dihasilkan. Serutan kelapa muda membuat sambal terasa lebih lembut dan gurih, sementara sisa air kelapa yang bercampur dengan bumbu menghadirkan rasa segar yang berbeda dari rujak pada umumnya. Air kelapa muda juga disajikan terpisah dalam gelas sehingga dapat dinikmati sebagai pelengkap.
Menurut Arif, menu rujak degan lahir dari percobaan sederhana sekitar lima tahun lalu. Berawal dari rasa penasaran mencampurkan kelapa muda dengan sambal rujak, hasilnya justru mendapat respons positif dari keluarga hingga akhirnya dipromosikan melalui media sosial.
Tak disangka, banyak pelanggan penasaran dan datang langsung untuk mencicipinya. Kini rujak degan menjadi salah satu menu favorit di Kedai Rujak Amerika.
Untuk satu porsi rujak degan, pelanggan cukup membayar Rp35.000, sedangkan rujak buah potong maupun rujak serut dijual mulai Rp15.000 per porsi. Meski harga bahan baku sempat mengalami kenaikan, Arif memilih mempertahankan harga agar tetap terjangkau bagi pelanggan.
Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Dalam sehari, Arif mampu menjual sekitar 20 hingga 30 porsi rujak degan, bahkan sering tutup lebih awal ketika seluruh bahan telah habis.
Nama “Rujak Amerika” sendiri memiliki cerita unik. Sebutan tersebut bukan dibuat oleh pemilik usaha, melainkan muncul dari pelanggan karena gerobak dagangannya dahulu dihiasi bendera Amerika. Sejak saat itu, nama tersebut melekat dan dikenal luas hingga sekarang.
Salah satu pelanggan, Elsa, mengaku datang setelah melihat rujak degan viral di media sosial. Menurutnya, perpaduan buah segar dengan kelapa muda memberikan sensasi rasa yang berbeda dibandingkan rujak biasa.
Meski harganya sedikit lebih tinggi, ia menilai porsinya cukup besar dan layak dibeli karena bisa dinikmati bersama keluarga maupun teman.
Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.
Leave a comment