JatengNasional

Karyawan KDMP Purworejo Keluhkan Gaji Belum Dibayar, Pengurus Mengaku Kesulitan Beri Penjelasan

Share
Karyawan KDMP Purworejo mengeluhkan gaji belum dibayar di depan kantor Koperasi Desa Merah Putih
Ilustrasi: karyawan KDMP - pantura.id
Share

PURWOREJO – Sejumlah karyawan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Purworejo mengeluhkan pembayaran gaji yang dinilai belum jelas. Menanggapi hal tersebut, pengurus koperasi mengaku mengalami kesulitan memberikan penjelasan karena hingga kini belum ada pedoman operasional resmi mengenai pengelolaan tenaga kerja.

Persoalan tersebut telah disampaikan Forum Komunikasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Purworejo dalam audiensi bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP).

Ketua Forum Koperasi Kabupaten Purworejo, Abdul Wahab Setiawan, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari sejumlah pengurus koperasi di desa, kondisi pembayaran gaji karyawan masih belum merata.

Menurutnya, ada karyawan yang telah menerima gaji, namun masih ada pula yang hingga kini belum memperoleh haknya.

Selain keterlambatan pembayaran, forum juga menerima keluhan mengenai besaran gaji yang diterima sebagian karyawan. Disebutkan, nominal yang diterima oleh beberapa pekerja masih berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Wahab menjelaskan bahwa pengurus koperasi tidak memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan mekanisme pengupahan karena para karyawan disebut berada dalam pengelolaan Agrinas. Akibatnya, pengurus tidak mengetahui secara rinci mengenai sistem penggajian maupun hubungan kerja yang berlaku.

Kondisi tersebut membuat pengurus kesulitan menjawab pertanyaan masyarakat maupun karyawan terkait hak-hak mereka. Selama ini, informasi yang diterima lebih banyak disampaikan secara lisan tanpa didukung dokumen atau pedoman resmi.

Forum KDMP berharap pemerintah segera menerbitkan petunjuk tertulis mengenai pembagian tugas dan kewenangan antara pengurus koperasi dengan pihak Agrinas, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia. Kejelasan aturan dinilai penting agar operasional koperasi berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ilustrasi potensi hujan sangat lebat di Jawa Tengah 27-29 Oktober 2026 menurut BMKG Ahmad Yani Semarang - versi terang
Jateng

BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat di Jateng 27-29 Oktober

SEMARANG – Potensi cuaca ekstrem mengintai Jawa Tengah dalam tiga hari ke...

Ilustrasi ekskavator kuning alat berat tambang andesit ilegal Ungaran - 2 unit ekskavator disita Polda Jateng sebagai barang bukti penambangan tanpa izin
Jateng

[BREAKING] Polda Jateng Gerebek Tambang Andesit Ilegal di Ungaran Timur – 2 Ekskavator Disita, Negara Selamat Rp 3 Miliar

Semarang - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah berhasil membongkar...

Jateng

Kondisi Terkini TPA Jatibarang Semarang Hari Ini: Api Padam, Bara Masih 0,16 Ha dan Overload

SEMARANG, pantura.id - Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen,...

Suasana pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi Undang-Undang di Ruang Rapat Paripurna DPR RI Senayan
Nasional

TOK! DPR Resmi Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi Undang-Undang

JAKARTA, pantura.id - Palu akhirnya diketok. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia [DPR...