SOLO – Museum Keraton Solo resmi ditutup sementara untuk seluruh pengunjung selama proses revitalisasi berlangsung. Penutupan dijadwalkan hingga akhir tahun 2026 agar pekerjaan pemugaran dan konservasi koleksi dapat dilakukan secara maksimal.
SISKS Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi menjelaskan bahwa penutupan museum dilakukan untuk mendukung proses revitalisasi yang dikerjakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Selama proyek berlangsung, seluruh aktivitas wisata dihentikan dan area museum hanya digunakan untuk pekerjaan revitalisasi.
Sebelum proses renovasi dimulai, tim BPK akan melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sekaligus memindahkan koleksi museum ke tempat penyimpanan yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan agar benda-benda bersejarah tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung.
Revitalisasi tidak hanya menyasar Museum Keraton Solo, tetapi juga mencakup 13 titik penting di kawasan keraton. Beberapa di antaranya meliputi Bangsal Pradonggo, Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, kawasan Keraton Kilen, hingga Panggung Sangga Buwana.
Pemerintah dan pihak Keraton memprioritaskan perbaikan area museum karena menyimpan banyak koleksi sejarah yang memerlukan konservasi, pendataan, dan inventarisasi sesuai standar pelestarian cagar budaya.
Selain memperbaiki bangunan, revitalisasi juga akan menghadirkan konsep penataan baru pada kawasan taman Keraton Solo. Nantinya, area tersebut tidak hanya menjadi ruang terbuka yang lebih indah, tetapi juga dirancang sebagai lokasi pertunjukan budaya, kegiatan publik, dan spot wisata yang menarik bagi pengunjung.
Dalam proses penataan, pihak Keraton juga menemukan sejumlah artefak bersejarah yang sebelumnya berada di area luar. Artefak tersebut akan dipindahkan ke dalam museum sebagai bagian dari koleksi yang dapat dinikmati masyarakat setelah museum kembali dibuka.
Revitalisasi kawasan Keraton Solo ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Setelah pekerjaan rampung, Museum Keraton Solo diharapkan kembali beroperasi dengan fasilitas yang lebih baik serta mampu memberikan pengalaman wisata sejarah dan budaya yang lebih lengkap bagi masyarakat.
Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.
Leave a comment